Kamis, 15 Februari 2018

MAKALAH TEKNOLOGI BAHAN PENAMBANGAN BIJI BESI



MAKALAH TEKNOLOGI BAHAN
PENAMBANGAN BIJI BESI



Disusun oleh :

Nama               :  Alfian Ridho Setiawan R
NIM                :  17110003
Hari/Jam/Kel   :  Kamis / 8.15 – 9.00 / 7
Dosen              :  Tri Adi Prasetya, S.pd., M.pd



PROGRAM STUDI TEKNIK OPERASI MESIN DAN PERALATAN INDUSTRI
AKADEMI KOMUNITAS SEMEN INDONESIA REMBANG
2017

Kata Pengantar
     Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah penambangan biji besi ini dengan baik. Dan kami berterima kasih pada Bapak Andi Asnur Pranata Muhibah H selaku Dosen mata kuliah teknologi bahan akademi komunitas semen indonesia yang telah memberikan tugas makalah ini kepada kami.
     Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam menambah wawasan, pengetahuan serta pandangan kita mengenai penambangan biji besi. Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah yang kami buat ini masih terdapat banyak kekurangan yang masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap dengan adanya kritik, saran dan usulan akan dapat memperbaiki kekurangan makalah yang kami buat.Semoga makalah yang kami buat ini dapat dipahami oleh siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah kami susun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini.







Rembang, 28 September 2017


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai potensi sumber daya alam yang besar dan melimpah, baik itu sumber daya alam hayati maupun sumber daya alam mineral. Diantara sumber daya tersebut sumber daya mineral merupakan salah satu sumber daya terbesar. Sumber daya mineral yang dimiliki oleh Indonesia sangat beragam baik dari kualitas maupun kuantitasnya. Endapan bahan galian pada umumnya tersebar secara tidak merata di dalam kulit bumi. Sumber daya mineral tersebut antara lain: biji besi, batu bara, perak, emas, timah, dan lain-lain. Diantara berbagai macam endapan bahan galian tersebut biji besi merupakan endapan bahan galian dengan kuantitas penambangan terbanyak.
Biji besi merupakan endapan bahan galian yang menjadi salah satu modal dasar dalam pembangunan, sehingga harus dimanfaatkan sebesar-besarnya namun tetap harus dengan memperhatikan lingkungan dan kelestarian hidup sekitar. Kegiatan dalam memanfaatkannya adalah dengan melakukan kegiatan penambangan, namun meskipun kegiatan penambangan biji besi sangat diperlukan dan banyak berdampak positif, kegiatan tersebut juga dapat menimbulkan berbagai macam dampak negatif terutama terhadap lingkungan, salah satunya adalah timbulnya kebisingan dalam proses penambangan, penurunan kualitas tanah, penurunan kualitas air atau penurunan permukaan air tanah.
1.2    Tujuan Penulisan
a.       Mengetahui pengertian biji besi
b.      Mengetahui cara penambangan biji besi
c.       Mengetahui dampak positif dan dampak negatif penambangan
1.3    Rumusan Masalah
a.       Apa itu biji besi ?
b.      Apa itu penambangan dan bagaimana cara penambangannya ?
c.       Apa saja dampak positif dan dampak negatif penambangan ?

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1    Biji Besi
        Bijih besi adalah bahan galian hasil penambangan yang digunakan untuk membuat besi. Biji besi terdiri atas oksigen dan atom besi yang berikatan bersama dalam molekul. Besi itu sendiri biasanya ditemukan dalam bentuk magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3), goethite (FeO (OH), limonit (FeO (OH) n (H2O). Atau siderite (FeCO3). Bijih besi biasanya kaya akan besi oksida dan beragam dalam hal warna, dari kelabu tua, kuning muda, ungu tua, hingga merah karat. Bijih besi batuan dan mineral dari mana logam besi dapat secara ekonomis diekstrak. Bijih-bijih besi biasanya kaya akan oksida besi dan bervariasi dalam warna dari abu-abu gelap, kuning cerah, ungu dalam, menjadi merah berkarat. Bijih besi membawa jumlah yang sangat tinggi dari hematite atau magnetit (lebih besar dari besi ~ 60%) yang dikenal sebagai "bijih alami" atau "bijih pengiriman langsung", yang berarti mereka dapat dikirim langsung ke pembuatan besi blast furnace. Bijih besi adalah bahan baku yang digunakan untuk membuat pig iron, yang merupakan salah satu bahan baku utama untuk membuat baja. 98% dari bijih besi ditambang digunakan untuk membuat baja. 

2.2    Penambangan
Penambangan adalah pengambilan bahan dari alam berupa mineral atau bijih logam ataupun minyak bumi dari dalam kerak bumi. Penambangan dibagi menjadi dua metode yaitu Tambang terbuka (open pit mining) dan Tambang tertutup. Penambangan dengan metode terbuka adalah suatu kegiatan penggalian bahan galian seperti batubara, ore (bijih), batu dan sebagainya di mana para pekerja berhubungan langsung dengan udara luar.dan iklim.Tambang terbuka (open pit mining) juga disebut dengan open cut mining; adalah metode penambangan yang dipakai untuk menggali mineral deposit yang ada pada suatu batuan yang berada atau dekat dengan permukaan. Metode ini cocok dipakai untuk biji yang berbentuk horizontal yang memungkinkan produksi tinggi dengan ongkos rendah. Penambangan tertutup
yaitu proses pengambilan suatu jenis barang tambang dengan cara membuat sumur (penambangan vertikal atau Shaf Mining) atau terowongan (penambangan horizontal atau Slope Mining) ke dalam lapisan-lapisan batuan karena lokasi barang tambang jauh di dalam perut bumi.

2.3    Dampak Penambangan
       Dampak dari kegiatan pertambangan dibagi menjadi dua yaitu, dampak positif dan dampak negatif. Dampak Positif salah satunya meningkatnya devisa negara dan pendapatan asli daerah serta menampung tenaga kerja. masyarakat sekitar dapat memperoleh pekerjaan dari pertambangan tersebut. baik secara langsung maupun tidak langsung sebagian besar  dengan adanya kegiatan penambangan dan adanya perusahaan pertambangan disuatu daerah akan berdampak secara sistematik pada segi ekonomi masyarakat daerah tersebut. Hal ini dapat terlihat dari peningkatan pendapatan perbulan masyarakat disekitar perusahaan pertambangan tersebut. Peningkatan pendapatan ini disebabkan oleh adanya penerimaan tenaga Kerja yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional. Meliputi tenaga managerial, teknis tambang, teknis operasional dan tenaga kerja pendukung. Namun adapun dampak negatifnya Kegiatan penambangan yang terjadi di kawasan hutan dapat merusak ekosistem hutan, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dalam bentuk pencemaran air, tanah, dan udara yang disebabkan oleh benda-benda asing sebagai akibat perbuatan manusia, sehingga mengakibatkan lingkungan tersebut tidak berfungsi seperti semula. Usaha pertambangan dalam waktu yang relatif singkat dapat mengubah bentuk topografi dan keadaan muka tanah (land impact), sehingga dapat mengubah keseimbangan sistem ekologi bagi daerah sekitarnya. Pencemaran akibat debu dan asap yang mengotori udara dan air, limbah air, tailing (ampas buangan) serta buangan tambang yang mengandung zat-zat beracun. Suara bising dari berbagai alat berat. pertambangan yang dilakukan tanpa mengindahkan keselamatan kerja dan kondisi geologi lapangan, dapat menimbulkan tanah longsor, ledakan tambang, keruntuhan tambang dan gempa.

BAB 3
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Bijih besi adalah bahan galian hasil penambangan yang digunakan untuk membuat besi. Biji besi terdiri atas oksigen dan atom besi yang berikatan bersama dalam molekul. Besi biasanya ditemukan dalam bentuk magnetit, hematit, goethite, limonit. Atau siderit. Kegiatan penambangan adalah pengambilan bahan dari alam berupa mineral atau bijih logam ataupun minyak bumi dari dalam kerak bumi. Penambangan dibagi menjadi dua metode yaitu Tambang terbuka (open pit mining) dan Tambang tertutup. Dampak dari adanya kegiatan pertambangan dibagi menjadi dua yaitu, dampak positif dan dampak negatif

3.2    Saran
  Kegiatan pertambangan di Indonesia harus diatur dan dipantau secara ketat untuk mengurangi adanya dampak negatif yang timbul dan meningkatkan dampak positif pada kegiatan penambangan tersebut. Setiap industri penambangan perlu melakukan recovery terhadap lingkungan pada tahap pascaoperasi kegiatan penambangan agar dampak yang merugikan dapat ditekan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DIAGRAM FASA DAN DIAGRAM TTT