MAKALAH
TEKNOLOGI BAHAN
PENAMBANGAN
BIJI BESI
Disusun oleh :
Nama : Alfian Ridho Setiawan R
NIM : 17110003
Hari/Jam/Kel : Kamis / 8.15 – 9.00 / 7
Dosen :
Tri Adi Prasetya, S.pd., M.pd
PROGRAM STUDI TEKNIK OPERASI MESIN DAN
PERALATAN INDUSTRI
AKADEMI KOMUNITAS SEMEN INDONESIA REMBANG
2017
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah penambangan biji besi ini dengan baik. Dan kami berterima
kasih pada Bapak Andi Asnur Pranata Muhibah H selaku Dosen mata kuliah teknologi
bahan akademi komunitas semen indonesia yang telah memberikan tugas makalah ini
kepada kami.
Kami berharap makalah ini dapat berguna
dalam menambah wawasan, pengetahuan serta pandangan kita mengenai penambangan
biji besi. Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah yang kami buat ini
masih terdapat banyak kekurangan yang masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab
itu, kami berharap dengan adanya kritik, saran dan usulan akan dapat
memperbaiki kekurangan makalah yang kami buat.Semoga makalah yang kami buat ini
dapat dipahami oleh siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah kami
susun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata yang kurang berkenan
dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan
makalah ini.
Rembang, 28
September 2017
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai
potensi sumber daya alam yang besar dan melimpah, baik itu sumber daya alam
hayati maupun sumber daya alam mineral. Diantara sumber daya tersebut sumber
daya mineral merupakan salah satu sumber daya terbesar. Sumber daya mineral
yang dimiliki oleh Indonesia sangat beragam baik dari kualitas maupun
kuantitasnya. Endapan bahan galian pada umumnya tersebar secara tidak merata di
dalam kulit bumi. Sumber daya mineral tersebut antara lain: biji besi, batu
bara, perak, emas, timah, dan lain-lain. Diantara berbagai macam endapan bahan
galian tersebut biji besi merupakan endapan bahan galian dengan kuantitas
penambangan terbanyak.
Biji besi merupakan endapan bahan galian yang
menjadi salah satu modal dasar dalam pembangunan, sehingga harus dimanfaatkan
sebesar-besarnya namun tetap harus dengan memperhatikan lingkungan dan kelestarian
hidup sekitar. Kegiatan dalam memanfaatkannya adalah dengan melakukan kegiatan
penambangan, namun meskipun kegiatan penambangan biji besi sangat diperlukan dan
banyak berdampak positif, kegiatan tersebut juga dapat menimbulkan berbagai
macam dampak negatif terutama terhadap lingkungan, salah satunya adalah timbulnya
kebisingan dalam proses penambangan, penurunan kualitas tanah, penurunan
kualitas air atau penurunan permukaan air tanah.
1.2 Tujuan
Penulisan
a. Mengetahui
pengertian biji besi
b. Mengetahui
cara penambangan biji besi
c. Mengetahui
dampak positif dan dampak negatif penambangan
1.3 Rumusan
Masalah
a. Apa
itu biji besi ?
b. Apa
itu penambangan dan bagaimana cara penambangannya ?
c. Apa
saja dampak positif dan dampak negatif penambangan ?
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1
Biji Besi
Bijih besi adalah
bahan galian hasil penambangan yang digunakan untuk membuat besi. Biji besi
terdiri atas oksigen dan atom besi yang berikatan bersama dalam molekul. Besi
itu sendiri biasanya ditemukan dalam bentuk magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3),
goethite (FeO (OH), limonit (FeO (OH) n (H2O). Atau siderite (FeCO3). Bijih
besi biasanya kaya akan besi oksida dan beragam dalam hal warna, dari kelabu
tua, kuning muda, ungu tua, hingga merah karat. Bijih besi batuan dan mineral
dari mana logam besi dapat secara ekonomis diekstrak. Bijih-bijih besi biasanya
kaya akan oksida besi dan bervariasi dalam warna dari abu-abu gelap, kuning
cerah, ungu dalam, menjadi merah berkarat. Bijih besi membawa jumlah yang
sangat tinggi dari hematite atau magnetit (lebih besar dari besi ~ 60%) yang
dikenal sebagai "bijih alami" atau "bijih pengiriman
langsung", yang berarti mereka dapat dikirim langsung ke pembuatan besi
blast furnace. Bijih besi adalah bahan baku yang digunakan untuk membuat pig
iron, yang merupakan salah satu bahan baku utama untuk membuat baja. 98% dari
bijih besi ditambang digunakan untuk membuat baja.
2.2 Penambangan
Penambangan adalah pengambilan bahan
dari alam berupa mineral atau bijih logam ataupun minyak bumi dari dalam kerak
bumi. Penambangan dibagi menjadi dua metode yaitu Tambang terbuka (open pit mining) dan Tambang tertutup.
Penambangan dengan metode terbuka adalah suatu kegiatan penggalian bahan galian
seperti batubara, ore (bijih), batu
dan sebagainya di mana para pekerja berhubungan langsung dengan udara luar.dan iklim.Tambang terbuka (open pit mining) juga disebut dengan open cut mining; adalah metode
penambangan yang dipakai untuk menggali mineral deposit yang ada pada suatu
batuan yang berada atau dekat dengan permukaan. Metode ini cocok
dipakai untuk biji yang berbentuk horizontal yang memungkinkan produksi tinggi
dengan ongkos rendah. Penambangan tertutup
yaitu proses pengambilan suatu jenis barang tambang dengan cara membuat sumur (penambangan vertikal atau Shaf Mining) atau terowongan (penambangan horizontal atau Slope Mining) ke dalam lapisan-lapisan batuan karena lokasi barang tambang jauh di dalam perut bumi.
yaitu proses pengambilan suatu jenis barang tambang dengan cara membuat sumur (penambangan vertikal atau Shaf Mining) atau terowongan (penambangan horizontal atau Slope Mining) ke dalam lapisan-lapisan batuan karena lokasi barang tambang jauh di dalam perut bumi.
2.3
Dampak Penambangan
Dampak dari kegiatan pertambangan dibagi
menjadi dua yaitu, dampak positif dan dampak negatif. Dampak Positif salah
satunya meningkatnya devisa negara
dan pendapatan asli daerah serta menampung tenaga kerja. masyarakat sekitar
dapat memperoleh pekerjaan dari pertambangan tersebut. baik secara
langsung maupun tidak langsung sebagian besar
dengan adanya kegiatan penambangan dan adanya perusahaan pertambangan
disuatu daerah akan berdampak secara sistematik pada segi ekonomi masyarakat
daerah tersebut. Hal ini dapat terlihat dari peningkatan pendapatan perbulan masyarakat
disekitar perusahaan pertambangan tersebut. Peningkatan pendapatan ini
disebabkan oleh adanya penerimaan tenaga
Kerja yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional. Meliputi
tenaga managerial, teknis tambang, teknis operasional dan tenaga kerja pendukung.
Namun adapun dampak negatifnya Kegiatan penambangan yang terjadi
di kawasan hutan dapat merusak ekosistem hutan, sehingga dapat mengakibatkan
kerusakan lingkungan dalam bentuk pencemaran air, tanah, dan udara yang
disebabkan oleh benda-benda asing sebagai akibat perbuatan manusia, sehingga
mengakibatkan lingkungan tersebut tidak berfungsi seperti semula. Usaha
pertambangan dalam waktu yang relatif singkat dapat mengubah bentuk topografi
dan keadaan muka tanah (land impact), sehingga dapat mengubah keseimbangan
sistem ekologi bagi daerah sekitarnya. Pencemaran akibat debu dan asap yang
mengotori udara dan air, limbah air, tailing (ampas buangan) serta buangan
tambang yang mengandung zat-zat beracun. Suara bising dari berbagai alat berat.
pertambangan yang dilakukan tanpa mengindahkan keselamatan kerja dan kondisi
geologi lapangan, dapat menimbulkan tanah longsor, ledakan tambang, keruntuhan
tambang dan gempa.
BAB
3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Bijih besi
adalah bahan galian hasil penambangan yang digunakan untuk membuat besi. Biji
besi terdiri atas oksigen dan atom besi yang berikatan bersama dalam molekul.
Besi biasanya ditemukan dalam bentuk magnetit, hematit, goethite, limonit. Atau
siderit. Kegiatan penambangan
adalah pengambilan bahan dari alam berupa mineral atau bijih logam ataupun
minyak bumi dari dalam kerak bumi. Penambangan dibagi menjadi dua metode yaitu Tambang
terbuka (open pit mining) dan Tambang
tertutup. Dampak dari adanya kegiatan pertambangan dibagi menjadi dua yaitu,
dampak positif dan dampak negatif
3.2
Saran
Kegiatan pertambangan
di Indonesia harus diatur dan dipantau secara ketat untuk mengurangi adanya dampak
negatif yang timbul dan meningkatkan dampak positif pada kegiatan penambangan
tersebut. Setiap industri penambangan perlu melakukan recovery terhadap
lingkungan pada tahap pascaoperasi kegiatan penambangan agar dampak yang
merugikan dapat ditekan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar